BETULKAH MERINTIS BISNIS PROPERTI SEBAGAI PENGEMBANG BENAR-BENAR GAMPANG??? Silahkan simak jawabannya disini : http://bukupengembangproperti.blogspot.com/2012/03/merintis-bisnis-properti-sebagai.html

Cari Artikel Menarik Disini

Selasa, 21 Juli 2015

KABAR BAIK BUAT PEMINAT BISNIS PROPERTI


JADWAL DAN MODUL WORKSHOP



Yang mau belajar menjadi praktisi properti, dan bergabung dalam sebuah komunitas besar bersama orang-orang yang punya passion sama dengan anda di bisnis properti, silahkan bergabung dengan event ini :

WORKSHOP CARA GAMPANG JADI PENGEMBANG DENGAN MODAL RECEHAN
Trainer : Jin Properti ARI WIBOWO
Suhu PERGURUAN KUNGFU PROPERTI
Hotel @Home, Jln Gowongan Yogya
6-7 Agustus 2016
CP : Restu Ragil (0878 3981 0855)

KETENTUAN UMUM :
1. Peserta wajib membawa laptop
2. Peserta mendapatkan modul soft copy dengan cara dipinjami flash disk untuk dicopy
3. Peserta mendapat modul cetak versi hard copy
4. Peserta mendapat 2 buah buku, yaitu CARA GAMPANG JADI PENGEMBANG DENGAN MODAL RECEHAN dan buku JURUS PINTER MARKETING DEVELOPER, keduanya karya Jin Properti

#1. HARI PERTAMA
08.00 Registrasi Peserta
08.30 Pendahuluan dan Perkenalan
09.00 Modul Umum (highlight)
10.15 Coffee Break
10.30 Modul I (Action Plan)
12.00 Istirahat, Sholat, Makan Siang
13.00 lanjutan Modul I
13.45 Modul II (Menghitung Modal Kerja)
14.30 Modul III (Business Plan)
15.00 Coffee Break
15.00 Modul IV (Mencari MPT)
          MPT (Mitra Pemilik Tanah)
17.00 Selesai

#2. HARI KEDUA
08.30 Review Materi Hari Pertama
09.00 lanjutan Modul IV
10.00 Coffee Break
10.15 Modul V (Manajemen Resiko)
10.45 Modul VI (Mencari MPM)
          MPM (Mitra Pemilik Modal)
12.00 Istirahat Sholat Makan Siang
13.00 lanjutan Modul VI
13.30 Modul VII (Selling Skill)
15.00 Coffee Break
15.15 Modul VII (Marketing Plan)
17.00 Selesai

Modul I. ACTION PLAN Ini adalah skill teknikal dasar yang harus dikuasai oleh semua praktisi properti, berupa hitungan angka-angka untuk mencari HPT (harga pokok tanah), yang merupakan rekapitulasi dari 5 item biaya sbb :

A. Biaya Perolehan Lahan
A.1. Pembelian Lahan
A.2. Legalitas Lahan
A.3. Serifikasi Lahan
A.4. Pajak Jual Beli Lahan

B. Biaya Perijinan
B.1. Perijinan di Pemerintah Daerah
B.2. Perijinan di Kantor Pertanahan

C. Biaya Pematangan Lahan
C.1. Infrastruktur
C.2. Utilitas
C.3. Fasilitas Sosial / Umum
C.4. Pembinaan Lingkungan

D. Biaya Dibayar Dimuka (overhead cost)
D.1. Inventaris Kantor
D.2. Operasional Kantor
D.3. Gaji Karyawan
D.4. Bonus Karyawan
D.5. Promosi Pemasaran
D.6. Kesejahteran Karyawan

E. Biaya Bunga
E.1. Kredit Perolehan Lahan
E.2. Kredit Konstruksi (bangunan)

F. Biaya Lain-Lain
F.1. Perencanaan
F.2. Sambung Listrik
F.3. Sambung Air
F.4. Ijin Mendirikan Bangunan
F.5. Pemecahan Sertipikat
F.6. Komplemen lainnya

Dengan mengetahui cara menghitung HPT, maka implementasinya adalah kemampuan menghitung harga jual konsumen, dengan menambahkan variabel laba, pajak dan gimmick.

Modul 2. MENGHITUNG MODAL KERJA Ini adalah skill teknikal untuk mengetahui berapa modal kerja minimal yang harus tersedia untuk melaksanakan proyek.

Termasuk pembekalan beberapa jurus paten yang membuat anda bisa mendapatkan instrumen pembiayaan lainnya selain modal kerja dari ekuitas, misalnya ; jurus kadal buntung, jurus 16 derajat celcius, kredit konstruksi, dll.

Modul III. BUSINESS PLAN Jika skill membuat Action Plan dan Menghitung Modal Kerja sudah anda kuasai, maka anda akan diajarkan implementasinya dalam membuat Business Plan yang menjadi proposal bisnis anda guna menggandeng pemodal.

Modul IV. MITRA PEMILIK TANAH Mengajarkan bagaimana cara anda menggandeng mitra pemilik tanah, dengan materi sbb:
- Cara mengajukan penawaran lahan
- Cara mendapatkan harga satuan tanah yang paling rendah dan kompetitif
- Cara mendapatkan profit sharing yang besar
- Cara membatasi modal kerja yang ditanam
- Skenario legal saat eksekusi lahan

Modul V. MANAJEMEN RESIKO Mengajarkan berbagai strategi "emergency exit" jika bisnis anda tidak berjalan sesuai rencana. Misal: wanprestasi membayar tanah dll. Dimana strategi ini sudah diselipkan dalam klausul perjanjian saat dilakukan eksekusi lahan.

Modul VI. MITRA PEMILIK MODAL Membeberkan kriteria pemodal yang bisa anda gandeng untuk membiayai proyek anda, dan bagaimana caranya menarik minat mereka menanam investasi di proyek anda, termasuk skenario legalnya.

Dimana anda mendapatkan pemodal, berapa skala investasinya, berapa lama umur proyeknya, dan berapa return yang menarik buat mereka? Akan dijelaska di modul ini.

Modul VII. SELLING SKILL Bagaimana membekali sales force anda dengan selling skill, yaitu teknik probing, teknik supporting  dan teknik closing. Dan bagaimana menanamkan mentalitas ABC (Always Be Closing) kepada mereka.

Modul VIII. MARKETING PLAN Mempelajari tentang Segmentasi - Targeting - Positioning yang tepat untuk produk yang anda pasarkan, dan bagaimana implementasinya didalam strategi produk, strategi harga, strategi distribusi, dan strategi promosinya.

Mempelajari bagaimana cara menciptakan keunggulan kompetitif atas produk anda, supaya lebih unggul dibanding pesaing.

Mempelajari berbagai strategi pemasaran yang dikaitkan dengan daur hidup produk (life cycle product) yang terbagi atas 4 phase, yaitu : perkenalan (introduction), pertumbuhan (growth), kedewasaan (maturity) dan penurunan (decline).

Rabu, 08 Juli 2015

CELANA DALAM WANITA SEHARGA 500 RIBU PERBUAH


PENGOSONGAN KAMAR KOST


Sebel banget jika ada penghuni kamar kost yang menghilang tanpa kabar berita. Dikontak ke hp nya tidak aktif, padahal jadwal bayar bulanan sudah jatuh tempo. Ditunggu seminggu dua minggu tidak berhasil. Ketika dengan kunci cadangan kami intip kamarnya, ternyata masih banyak barang.

Oh ya, nama penghuni kamar kost itu Wati (sssst, jangan bilang-bilang nama aslinya Selly). Wanita cantik berusia 22-25 tahun dengan pantat menjuntai dan mukanya jutek alias bawel. Perhiasannya bunyi gemerincing saat dia berjalan.


Dua bulan berlalu tanpa bisa menagih pembayaran dan tetap lost contact. Kami sudah tak bisa membiarkannya lagi. Kami putuskan kamar dikosongkan supaya bisa dijual kepada penghuni kost lainnya. Saya perintahkan staf saya untuk mengepak barang ke kardus dan mengamankannya dibawah tangga. Suatu saat mungkin dia akan kembali guna mengambil barang-barangnya.

Pagi itu (3 minggu sejak pengosongan) saya mendadak ditelpon seseorang yang mengaku sebagai keparat, ehh maksud saya aparat. Dia mengaku bertugas di kantor Polda Kalimantan xxx sana. Dia minta saya bertanggung jawab atas hilangnya sejumlah barang-barang milik adiknya bernama Wati yang tinggal di salah satu kost Godha Kostel yang kami kelola. Saya minta dia berurusan langsung dengan manager kost untuk klarifikasi, tapi dia tak mau. Saya mau bicara dengan anda sebagai pimpinannya, begitu kata dia.


Oh, rupanya ini tentang si Wati wanita dengan bokong menjuntai itu. Saya disalahkan melanggar pasal sekian dan sekian, akibat saya melakukan pengosongan barang tanpa mengundang saksi-saksi termasuk ketua RT RW setempat. Ini dianggap kasus pencurian. Saya berargumen ini terpaksa dilakukan karena Wati menghilang tanpa jejak selama 2 bulan. Aparat yang menelpon saya itu tak peduli dan tetap mengancam saya untuk mengganti rugi barang-barang yang hilang.


Dia meminta saya untuk menemui Wati yang akan datang ke kantor saya untuk meminta ganti rugi. Sebelum dia menutup telpon saya menanyakan siapa namanya dan apa pangkatnya, dia menolak. Justru makin mengancam jika saya tak mau bayar ganti rugi kepada adiknya, maka besok saya diciduk aparat dari Polda DIY.


Afuuu .. Keder juga nih jika sudah mau main ciduk segala.


Siangnya Wati datang ke kantor saya. Dia menyerahkan sejumlah daftar barang-barang yang diakuinya hilang. Ada 2 jam tangan, ada gelang, gaun pesta dll. Yang aneh, ada 10 celana dalam yang dia sebut harganya perbuah 500.000. Total yang ditagihkan senilai Rp 26 juta.


Alamaak, ini beneran atau modus pemerasan nih? Mosok ada CD harga 500.000 dll. Saya panggil manager kost untuk klarifikasi. Menurut dia tak ada barang-barang yang hilang. Semua utuh, masuk ke dos dan dibungkus rapat.


Saat saya dan Wati sedang berdebat keras mengenai ganti rugi, eh aparat yang mengaku dari Polda itu menelpon lagi dan minta saya segera memenuhi permintaan Wati. Saya tak mau panjang urusannya dan buang waktu berdebat tentang CD seharga 500.000 perbuah.


Saya sampaikan pada Wati bahwa saya hanya bersedia mengganti separoh saja dari nilai yang dia minta, yaitu senilai Rp 13 juta. Tapi saya minta Wati memberitahu siapa nama aparat yang main gertak itu dan apa pangkatnya. Wati diam tak mau memberi informasi. Saya pelototin dia sambil berkata; "Saya tak percaya itu kakakmu. Paling juga pacarmu atau gacoanmu. Dan saya anggap ini MODUS saja. Habis ini pasti kamu cari korban yang lain."


Wanita berpantat menjuntai itu meninggalkan ruangan saya dengan membawa selembar cek senilai Rp 13 juta. Dengan perasaan hampa saya memandangi pantatnya yang bergoyang ke kiri dan ke kanan. Tepat di goyangan ke 13 saya sudah tak mau memandang lagi.


Hmmm ...., saya benar-benar kena deh.


Pelajaran #1. Jika mau mengosongkan barang dalam kasus seperti diatas, ternyata harus menghadirkan saksi termasuk RT RW.


Pelajaran #2. Jangan terlena dengan pantat menjuntai, karena obsesi itu adalah bius yang membuat otak anda tidak rasional mengambil keputusan, hahaha ...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ShareThis