BETULKAH MERINTIS BISNIS PROPERTI SEBAGAI PENGEMBANG BENAR-BENAR GAMPANG??? Silahkan simak jawabannya disini : http://bukupengembangproperti.blogspot.com/2012/03/merintis-bisnis-properti-sebagai.html

Cari Artikel Menarik Disini

Selasa, 13 Juni 2017

BANGKIT DARI LUBANG KUBUR UNTUK MENJUAL LAHANNYA

KAMI MEMBERI BUKTI BUKAN JANJI
 Kami memberi bukti, bukan sekedar janji. Minggu lalu sdr Hardi Rumah Kita menyodorkan opportunity berupa lahan 1,8,ha di Gowa Makassar dengan perincian butuh modal 1,5 M potensi laba 4 M dan umur proyek 27 bln. Kami sudah mensurvei kelayakannya dan menyetujui proposal Bussiness Plan nya.

Tak sampai 1 minggu kami dari GRAHA BHINNEKA LAND sudah datang ke notaris untuk mengeksekusi lahan ini. Lihat tuh saat kami membayar DP 150 jt kepada pemilik tanah. Yang terima cek itu adalah pemilik tanah, didampingi ibu Notaris.

Asal tahu saja, pemilik tanah adalah orang yang nyawanya rangkap. Pernah jatuh dari bangunan lantai 2 ke lantai beton, dalam kondisi mengenaskan dan dikira sudah meninggal. Bahkan oleh keluarganya sudah dipesankan rumah duka serta liang kubur. Eh ternyata mujizat Allah terjadi beliau bisa selamat meski tulang tengkoraknya retak dan ada 14 jahitan.

Kenapa proposal sdr Hardi (alumni PERGURUAN KUNGFU PROPERTI) kami setujui? Karena masuk kriteria lahan hotdeal. Cuma bayar 150 jt saat PPJB, 250 jt saat ijin terbit. Lahan langsung dibalik nama ke PT kami. Rasio investasinya juga bagus.

Anda ingin seperti sdr Hardi? Segera cari lahan hotdeal. Sodorkan kepada kami untuk kami biayai. Jatah anda 21%.

Ilmunya bisa dipelajari di workshopnya Perguruan Kungfu Properti. Kelas terdekat bulan Juli 2017 di Yogya. Early bird Rp 2jt sebelum 20 Juni 2017, tarif normal Rp 3,5 jt. Minat? Hub sdr Eko di WA 0853 8543 4168.




SAYA MAU KAWIN LAGI

PEMILIK TANAH ROMBONGAN SUSAH HOTDEAL


Semua peserta workshop PERGURUAN KUNGFU PROPERTI pasti ingat bahwa salah satu kriteria dasar mencari lahan hotdeal adalah "pemiliknya bukan rombongan", karena kepemilikan rombongan seperti ini cuma memungkinkan anda menawar harga serendah rendahnya, untuk kemudian dibayar secara tunai.

Jadi kalau anda ditawari tanah luasan besar, jangan lupa bertanya berapa orang pemiliknya. Jika pemiliknya lebih dari 2 orang, apalagi sampai belasan atau puluhan, kemungkinan besar anda cuma akan mendapatkan pepesan kosong. Sulit dieksekusi, dan tersandung saat melakukan legal clereance.

Sudah seringkali saya alami hal seperti ini. Jadi ini pengalaman empiris. Mulai dari lurah, kolonel, jawara, tokoh adat dll. Boleh mengaku pemegang kuasa atau juru bicara dari kumpulan pemilik tanah, tapi saat kita serius mau eksekusi, biasanya mereka kesandung.

Kesandungnya juga sudah bisa ditebak. Ada beberapa pemilik tanah yang berubah pikiran dan menyatakan tidak bersedia dibayar skim lunak. Maunya dibayar cash jreng. Alasannya bisa apa saja. Mau menikahkan anaknya, mau masukin anaknya ke universitas, mau berobat, bahkan ada yang terang terangan mengaku "saya mau kawin lagi".

Apapun alasannya, entah bener atau mengada ada, itu membuat transaksi tak bisa terlaksana. Mengurus banyak orang dengan banyak kepentingan memang tak mudah. Karena kebutuhan serta kepentingan masing masing pemilik tanah berbeda. Apalagi jika yang berubah pikiran adalah pemilik tanah paling depan yang punya akses jalan. Buyar deh, semua tanah dibelakangnya ikut kena imbasnya.

Saya bersama GRAHA BHINNEKA LAND pernah menyetujui alokasi modal 3M untuk proyek di Cikarang yang disodorkan oleh mas Aditia Kurniawan, juga menyetujui alokasi modal sebesar 7M untuk mister Dwi Priono untuk lahan di Balaraja. Tapi semua gagal eksekusi akibat pemilik tanahnya rombongan, bukan pemilik tunggal.

Itu pengalaman empiris saya. Jika tak percaya silahkan mencoba. Bukan berarti ini doktrin mutlak atau absolut. Tetapi secara probabilitas anda lebih sulit eksekusi lahan yang kepemilikannya rombongan ketimbang pemilik tunggal.

(Workshop PKP terdekat tgl 8-9 Juli 2017 di Yogyakarta. Early bird Rp 2 jt berlaku s/d 15 Juni 2017. Daftar ke sdr Eko di 0853 8543 4168).



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ShareThis