BETULKAH MERINTIS BISNIS PROPERTI SEBAGAI PENGEMBANG BENAR-BENAR GAMPANG??? Silahkan simak jawabannya disini : http://bukupengembangproperti.blogspot.com/2012/03/merintis-bisnis-properti-sebagai.html

Cari Artikel Menarik Disini

Kamis, 31 Oktober 2013

SALAH SATU ALASAN KENAPA MARKETING SUSAH CLOSING ADA DISINI ...

RAHASIA PRIA JELEK MENDAPATKAN WANITA CANTIK



Dik, aku padamu ...

Ah ogah, abang kulitnya item.

Tapi aku periang dan humoris dik, bisa menghiburmu sepanjang waktu.

Dik, aku padamu ...


Ah ogah, abang gendut tidak sexy.

Tapi abang ini pintar dik. Terkadang kualitas otak jauh lebih bermanfaat daripada sekedar body yang sexy.

Dik, aku padamu ...


Ah ogah, abang tidak ganteng.

Tapi abang punya karir mapan dik. Baru bisnis kaplingan 2 tahun usai lulus kuliah sudah punya mobil Avanza dan rumah type 45. Mungkin 3 tahun lagi abang bisa beli Alphard dan rumah dengan kolam renang dibelakangnya.

Dik, aku padamu ...


Ah ogah, abang cuma merayu doang.

Lha maunya adik gimana??

Katanya abang cerdas, tunjukkan dong kecerdasanmu. Wanita bukan cuma butuh janji, tapi bukti. Bawa kesini mobil Avanza abang, lalu bawa adik meninjau rumah type 45 milik abang, dan sepanjang perjalanan hiburlah adik dengan humor segar darimu, siapa tahu adik mau menerima abang menjadi pendampingku ....

Hebat ya? Meski dibilang kulitnya item, gendut, tidak sexy dan tidak ganteng, akhirnya si cewek mau juga ya dibawa masuk ke mobil Avanzanya, hehehe ....

Sobat properti, terkadang konsumen batal membeli produk properti anda karena mereka memiliki keberatan, keluhan, kekuatiran dan ketakutan yang mungkin terjadi jika mereka membeli produk properti anda. Dan sialnya lagi, sales anda tak punya skill serta kemampuan untuk menjawab, menetralisir, membuat tenang, serta meyakinkan kepada konsumen anda supaya tetap mau membeli produk properti yang anda pasarkan.

Ituah sebabnya anda perlu membekali sales force anda dengan skill khusus yang bernama TEKNIK SUPPORTING. Ini adalah kemampuan seorang sales untuk menerima serangan (baca; keluhan, keberatan, kekuatiran, ketakutan dll) dari konsumen, dan berhasil keluar dari serangan tersebut dengan jawaban-jawaban yang cerdas, yang mengekspos segala benefit dari produk yang kita pasarkan, sehingga konsumen tetap yakin terhadap produk kita.

Ada 2 cara teknik SUPPORTING, yaitu langsung dan tidak langsung.

SUPPORTING LANGSUNG

Dik, aku padamu ...

Ah ogah, abang tidak ganteng.

Jangan kuatir dik, nanti abang akan pergi ke Korea untuk melakukan operasi plastik, sehingga bibir abang yang tebal akan dikoreksi menjadi tipis menawan. Mata abang yang sipit dan kelihatan seperti orang ngantuk akan dikoreksi supaya lebih lebar dan kelihatan tajam saat memandang wajah cantikmu.

Teknik Suporting Langsung adalah langsung menjawab keberatan konsumen dengan substansi yang memang menjadi kekuatiran dan keberatan mereka secara langsung. Dijawab frontal tanpa harus memutar.

Misal konsuman mengaku takut karena jalan menuju lokasi koq kelihatan kecil dan gelap. Maka sales bisa menjawabnya dengan penjelasan bahwa tak lama lagi jalan masuk sepanjang 100 meter tersebut akan dilebarkan dengan ROW 8 m, dipasang paving, dan tiap jarak 25 meter diberi 1 titik PJU (penerangan jalan umum) sehingga tetap terang di malam hari.

Misal konsumen mengaku tak sanggup bayar Uang Muka sebesar 45 juta yang harus diangsur 3x, maka sales menjawabnya bahwa dia akan berusaha mengajukan permohonan ke pimpinan agar bisa diperpanjang menjadi 5x angsuran. Atau mungkin justru disarankan memilih tahap II yang serah-terimanya masih tahun depan, sehingga UM bisa diangsur s/d 9x.

SUPPORTING TAK LANGSUNG

Dik, aku padamu ..

Ah ogah, body abang tidak atletis.

Benar dik, abang tidak atletis. Tapi abang type pria romantis. Yang akan membawakanmu sekuntum mawar merah sebagai ekspresi rasa sayang. Yang akan mengajakmu dinner berdua dengan cahaya lilin temaram. Yang akan membisikimu kata cinta sebelum membuka tali beha.

Teknik Supporting Tidak Langsung adalah menjawab keberatan konsumen tidak frontal sesuai konteks yang menjadi keberatannya, akan tetapi menjawab memutar dengan mengekspos benefit lainnya.

Misal konsumen mengaku takut membeli produk properti anda yang lokasinya dilewati SUTET (tegangan tinggi). Maka sales anda mesti bisa menjelaskan bahwa radiasi SUTET memang berbahaya jika seseorang dalam waktu lama berada dibawahnya. Akan tetapi sesuai siteplan area dibawah SUTET hanya diplotting sebagai ruang terbuka hijau dengan berbagai pohon-pohon hijau yang justru memberikan kesan asri sejuk segar kepada lingkungan sekitarnya.

Tidak mungkin sales anda menjawab dengan janji akan memohon PLN agar memindahkan SUTET. Suka tak suka, SUTET itu sudah ada disitu. Tapi dengan cara memutar, keberatan adanya SUTET justru dinetralisir dengan benefit keberadaan ruang terbuka hijau yang akan memproduksi oksigen.

Misal konsumen mengatakan bahwa harga produk properti anda lebih mahal dibanding harga pesaing. Maka sales menjelaskan bahwa meski mahal tapi kualitas lingkungan infrastruktur kita jauh lebih baik. Pesaing jalannya lebar 5 meter, jalan kita ROW 8 meter. Pesaing salurannya terbuka, kita memakai gorong-gorong dibawah tanah. Pesaing listriknya pakai kabel udara, kita pakai jaringan listrik kabel tanam.

Sobat properti, sudahkah anda membekali sales force anda dengan TEKNIK SUPPORTING? Caranya mudah, kumpulkan saja semua sales force anda, kemudian minta mereka menuliskan semua keberatan, ketakutan, dan kekuatiran yang selama ini sering mereka dengar dari mulut konsumen. Kemudian bantulah mereka membuat jawaban dalam 2 versi, yaitu jawaban langsung dan jawaban memutar. Nah, itulah bekal mereka untuk melakukan SUPPORTING kepada konsumen.

Sales yang dibekali TEKNIK SUPPORTING akan memiliki kans lebih tinggi untuk menggiring konsumen sampai menuju closing, dibanding sales yang begitu konsumen menyampaikan keberatan kekuatiran dan ketakutan tak bisa melakukan counter attack (serangan balik) dengan memakai teknik supporting.

Itulah alasan kenapa meski saya kulitnya hitam, perut gendut dan tidak ganteng, tetap pede menghadapi para wanita-wanita cantik, karena saya punya TEKNIK SUPPORTING guna memikat hati mereka, hahaha ....

Selasa, 29 Oktober 2013

JANGAN DITIRU !! GAYA KOBOY MENSIASATI TAKSASI

BAGAIMANA PERASAANMU 
JIKA BB Z10 DI PING OLEH SMARTFREN ???


Jin Properti - Seseorang dengan nama BP di contact list saya, malam itu baru saja ganti PP baru. PP nya unik, berbunyi begini; "Bagaimana perasaanmu, jika BB Z10 di PING oleh Smart fren?" Saya merasa terusik, karena saya dulu membeli BB Z10 dengan harga 7 jutaan, tapi sekarang gradenya terjun bebas di pasaran.

Saya kirim BBM singkat; Ijin copas PP nya ya, lucu bangeeet ..., begitu chat saya ke dia. Eh, malah dia membalas dan merespon panjang lebar. Seakan-akan saya yang memulai percakapan.

"Om Jin masih ingat saya? Saya peserta workshop KETEMU JIN PROPERTI tahun 2012 yang lalu di Hotel Oasis Amir Senen Jakarta. Saya sekarang sudah punya proyek sendiri 48 unit di Depok. Saya berhasil hot deal dengan jurus-jurus yang diajarkan om Jin di workshop, serta tertulis juga di blog. Makasih ya om Jin. Resep om Jin manjur seperti klinik Tong Fang, hihihihi ...."

Kemudian akun bernama BP tersebut melanjutkan ceritanya bahwa per hari itu dia sudah menjual 31 unit hanya dalam waktu 5 bulan saja. Harga jual aslinya 225 jutaan, tapi di pricelist dia tuliskan seharga 300 juta. Konsumen diminta membayar Uang Muka senilai 85 juta, tapi disubsidi 70 juta. Jadi aslinya hanya bayar UM 15 juta saja.

"Bentar bentaaaar, saya belum jelas. Maksudnya disubsidi 70 juta itu bagaimana?" tanya saya kepada BP.

Kemudian dia menjelaskan bahwa skenario itu sengaja dilakukan untuk mensiasati perbankan. Pada saat mengisi form aplikasi pengajuan KPR, ditulis begini ;

Harga Jual : Rp 300.000.000
Uang Muka : Rp 85.000.000
______________________  -

KPR : Rp 215.000.000

Dikondisikan agar pihak bank seolah tahu bahwa konsumen telah membayar UM 85 juta (hampir setara 30% harga), padahal aslinya cuma bayar Uang Muka riil 15 juta saja, sementara 70 jutanya disubsidi oleh pengembang alias tidak bayar beneran. Sehingga plafond kreditnya sebesar Rp 215.000.000,-

"Memangnya bank bisa diakali seperti itu? Mereka punya apraisal yang melakukan taksasi, yang tak mau diakali dengan cara seperti itu," tanya saya kepa BP.

Dengan diawali permintaan supaya chat malam itu adalah OFF THE RECORD, kemudian BP bercerita bahwa memang betul dia punya masalah dengan perbankan. Ada 4 bank yang sebenarnya sudah MoU KPR dengan dirinya, ternyata hasil apraisal tak sesuai harapan. Semua menilai rendah obyeknya, yaitu kisaran Rp 250 jutaan saja. Sehingga sudah pasti tak ada aplikasi KPR yang disetujui full plafond 100% meski kemampuan finansial dari calon debiturnya bagus.

Tapi BP tak mau menyerah, dia selalu dan terus mencari perbankan yang mau membiayai 31 konsumennya dengan full plafond 215 juta. Sampai suatu ketika dia ingat dengan salah satu temannya yang menjadi Consumer Loan Manager di sebuah bank umum yang berkantor cabang di Bekasi. Dia berhasil kontak temannya, dan kemudian dikenalkan dengan apraisal rekanan bank tersebut yang ternyata cukup kooperatif saat melakukan taksasi.

Apraisal yang kemudian diajak bertemu di ruang karaoke tersebut meminta BP untuk melakukan upgrade beberapa spesifikasi bahan bangunan, sehingga nilai taksasinya bisa mencapai 300 juta per unit. Dan karena permintaannya tidak memberatkan dan bisa dipenuhi, maka BP melakukan apa yang disarankan oleh apraisal, dan hasilnya nilai taksasi berhasil terbit dengan nilai 300 juta.


"Kenapa ketemunya mesti di karaoke room? Bukan di proyek atau di kantor saja?" saya kembali bertanya melihat kejanggalan tersebut.

"Biar happy om Jin. Kalau mau meminta tolong seseorang, usahakan dia mengambil keputusan dalam suasana happy, hihihi ....", jawabnya dengan simpel, tapi masuk akal.

Berkat deal itu, maka kelangsungan terselenggaranya akad kredit atas 31 konsumen menjadi lebih mudah. Bahkan kata BP saat ini sudah realisasi akad 8 konsumen, meski agak ribet karena pengikatannya (akad kredit) dilakukan di Bekasi, sementara obyek jaminan berada di Depok. Yang penting akad kredit lancar dan piutang jadi duit semua, kata BP senang.

Waduh, koboy juga nih BP. Cerdas, dan pantang menyerah dalam mengatasi persoalan. Saya jadi penasaran ini murid workshop yang mana ya? Saya tak pernah mengajarkan jurus zigzag ala koboy dan Jurus Konspirasi dengan apraisal seperti itu, tapi BP mampu melakukannya dan sukses melaksanakannya.

"Maaf, ini mas BP atau mbak BP ya? Saya tidak ingat satu persatu nama eks peserta workshop. Saya pernah lihat PP anda bergambar perempuan. Tapi gaya koboynya mengesankan anda seorang pria ..." tanya saya dengan penasaran sekali.

"Hihihi .... Aduh om Jin. Jelas-jelas saya perempuan. Nama saya BUNDA PUTRI, tapi hanya ditulis inisial saja; BP. Om Jin sih murid workshopnya sudah ratusan atau malah ribuan, sehingga tidak mengenal dengan baik murid-muridnya," katanya.

Lho, bercanda nih orang. Bunda Putri lagi diributkan di TV dan dicari wartawan koq mendadak muncul mengajak saya chat. Bahkan Bunda Putri membuka jatidirinya bahwa dia berprofesi seorang pengembang juga seperti saya. Yang jelas, saya tak akan pernah mengajarkan jurus koboy seperti yang dipraktekkan oleh akun yang mengaku Bunda Putri atau siapalah itu. Saya hanya mengajarkan yang lurus-lurus saja deh ....

Jadwal Workshop KETEMU JIN PROPERTI terdekat; Denpasar 9-10 Nopember 2013. Banjarmasin 30 Nop - 1 Des 2013. Minat? Hub ; Agung (081390888546)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ShareThis