BETULKAH MERINTIS BISNIS PROPERTI SEBAGAI PENGEMBANG BENAR-BENAR GAMPANG??? Silahkan simak jawabannya disini : http://bukupengembangproperti.blogspot.com/2012/03/merintis-bisnis-properti-sebagai.html

Cari Artikel Menarik Disini

Senin, 17 Juni 2013

SUPERMAN MANDI DI SUNGAI KAHAYAN, DIKEJAR BUAYA LARI KETAKUTAN


TEKNIK BERIKLAN DENGAN JURUS STOPPING POWER

Jika anda ingin tahu bagaimana jurus Jin Properti saat beriklan untuk sebuah produk yang belum dikenal sama sekali oleh konsumen, maka artikel ini akan berbagi kisah mengenai hal itu.

Saat ini Jin Properti sedang mengembangkan perumahan bernama RADJAWALI ROYAL RESIDENCE di kota Palangkaraya Kalimantan Tengah. Ini real estate baru dengan konsep baru. Yang dimaksud konsep baru adalah bahwa ini real estate pertama dan satu-satunya di kota Palangkaraya yang memakai konsep mini cluster dengan privacy tingkat tinggi dan security 24 jam. Di pulau Jawa ini hal biasa, tetapi di Palangkaraya ini hal istimewa. Hanya pengembang berpengalaman yang berani melakukannya.

Positioning yang kami ambil juga nampak biasa-biasa saja, yaitu; DIKERJAKAN TUKANG PROFESIONAL UNTUK HASIL YANG MAKSIMAL. Kenapa hal biasa dijadikan istimewa? karena berdasarkan survei dan pengamatan yang kami lakukan, kualitas (mutu) bangunan perumahan di Palangkaraya belum ada yang istimewa. Jadi kami sengaja mengambil positioning ini sebagai DIFFERENSIASI (perbedaan) yang memberikan BENEFIT di mata konsumen dan menjadi COMPETITIVE ADVANTAGE produk kami.

Dengan konsep serta postioning diatas, kami akan mulai beriklan. Percuma punya konsep dan positioning bagus jika anda tak mampu mengkomunikasikan hal tadi ke calon konsumen anda. Sosialisasi dan publikasi wajib dilakukan, supaya calon konsumen anda tahu benefit serta kelebihan yang ditawarkan oleh proyek anda.

Hal pertama yang saya lakukan, saya mencari surat kabar (media cetak) dengan oplah atau tiras terbesar di kota Pelangkaraya. Hasilnya diketahui bahwa KALTENG POS adalah media dengan jumlah pembaca terbesar di Palangkaraya. Meski ada beberapa media cetak lain, saya memilih Kalteng Pos sebagai saluran distribusi informasi produk RADJAWALI ROYAL RESIDENCE.

Saya tidak mau membuat iklan display bergambar rumah atau ruko. Kenapa? Iklan yang terang-terangan memajang gambar rumah dan ruko hanya akan mendapatkan perhatian oleh mereka yang sedang mencari atau berminat atau ada kepentingan dengan rumah atau ruko yang anda iklankan. Bagi mereka yang tak punya kepentingan, maka iklan display anda tak akan dilirik sama sekali. Terkecuali anda rela menghambur-hamburkan uang dengan memasang iklan full colour 1/2 halaman atau 1 halaman penuh. Pasti dibaca orang, sepasti terbuangnya budget iklan anda dalam nilai besar.

Saya memilih iklan dengan space kecil 2 kolom x 80 mm, tapi saya request mesti ditempatkan di halaman pertama supaya kemungkinan dibaca mendekati 99%. Jika akibat request tersebut dikenai charge tambahan 20% saya tidak peduli, yang penting iklan saya muncul di halaman pertama koran Kalteng Pos.

Bentuk iklannya disamarkan dalam format berita. Judulnya dipilih yang unik menggelitik dan sesuai dengan hot issue yang sedang update. Judulnya harus punya STOPPING POWER (kekuatan untuk menghentikan perhatian pembaca) supaya pembaca terjebak membaca konten anda. Lihat saja judul-judul diatas ....

SUPERMAN MANDI DI SUNGAI KAHAYAN, DIKEJAR BUAYA LARI KETAKUTAN
Saat saya membuat iklan ini, film Superman Man of Steel sedang tayang di bioskop-bioskop. Jadi mencatut nama Superman sangat update dan relevan. Sementara sungai Kahayan adalah sungai yang membelah kota Palangkaraya jadi ini sangat familiar di telinga publik Palangkaraya.

BAYERN MUENCHEN AJAK PERSEPAR MENGGELAR UJICOBA DI PALANGKARAYA
Saya membuat iklan ini saat 2 minggu lalu Bayern Muenchen muncul sebagai kampiun Liga Champion Eropa. Sedangkan Persepar Palangkaraya adalah klub lokal yang punya banyak penggemar. Mencatut nama Bayern Muenchen untuk diadu dengan Persepar banyak membuat pembaca terjebak membaca kontennya.

KALAU EYANG SUBUR JADI PRESIDEN, AKHMAD FATHANAH JADI WAPRESNYA
Saat saya membuat iklan ini, hot issue di jagat infotainment dan politik nasional adalah tentang Eyang Subur dan Akhmad Fathanah dengan kasus daging sapi impornya. Jika saya membuat judul iklan seperti diatas, maka ibu-ibu penggemar infotainment dan bapak-bapak pengamat politik pasti akan membaca kontennya.

HARGA BBM DIJAMIN TIDAK NAIK UNTUK 12 BULAN KEDEPAN
Saat saya membuat iklan ini, di twitter saya membaca berita tentang maraknya demo menolak kenaikan harga BBM di Jakarta, terkait hasil sidang paripurna DPR RI yang menyetujui rencana mencabut subsidi BBM yang berakibat naiknya harga BBM. Kami (RRR) meresponnya dengan memberikan gimmick subsidi BBM selama 12 bulan, yang dikonversi dengan diskon uang muka. Yang penting issue BBM ini akan menarik perhatian pembaca untuk melahap isinya. Padahal isi beritanya semua konten promosi Radjawali Royal Residence.

Nah, iklan-iklan unik seperti diatas saya jamin akan dibaca oleh mereka yang membuka koran Kalteng Pos di hari penerbitaannya. Konten promosi kami bakal sukses dan terdelivery dengan baik ke publik Palangkaraya. Yang baca bukan sekedar yang sedang mencari rumah/ruko, bahkan yang tidak sedang mencari produk properti juga akan membacanya. Gubernur Kalteng akan membacanya. Walikota Palangkaraya akan membacanya. Si Putri sinden panggung akan membacanya. Bang Mandor membacanya. Pak Lurah membacanya. Semua membacanya ....

Produk kita yang semula belum dikenal akan menjadi dikenal. AWARENESS tercipta. Produk kita bakal jadi referensi konsumen jika kebetulan saat ini mereka sedang mencari produk properti untuk dibeli. Soal konsumen akan membeli atau tidak membeli, itu tergantung banyak hal, yaitu soal product, price, dll.

Tapi artikel ini hanya membagikan kepada anda soal bagaimana cara Jin Properti beriklan untuk produknya ...., semoga bermanfaat ya bro.

Jumat, 19 April 2013

ANAKNYA KEDINGINAN, PAPANYA ASYIK SELIMUTAN

ANAKNYA KEDINGINAN, PAPANYA ASYIK SELIMUTAN




www.JinProperti.com - Apa yang saya lakukan belum tentu berani anda lakukan. Saya membiarkan anak laki-laki saya (Abel) yang berusia 10 tahun untuk mendaki gunung Merbabu yang memiliki ketinggian 3.142 MDPL (meter dari permukaan laut) pada hari Sabtu 30 Maret 2013. Saya dulu mantan pendaki gunung, tapi sekarang bobot saya sudah 88 kg, terlalu berat untuk jadi pendaki. Jadi saya tak mungkin mendampingi anak saya mendaki gunung.

Abel saya pasrahkan kepada 2 orang pendamping. Yang satunya sebagai porter pembawa bekal dan peralatan, satunya sebagai pemandu jalan. Keduanya sudah puluhan kali mendaki gunung Merbabu, dan rumahnya juga di desa Cuntel Kopeng kabupaten Semarang yang dikenal sebagai base camp pendakian gunung Merbabu. Jadi saya sangat percaya kepada mereka.

Semua perbekalan termasuk jas hujan, tenda, sleeping bag, matras, lampu senter, makanan, minuman, kompor, gas elpiji dll sudah lengkap dibawa. Tinggal mendaki saja.

Saat pendakian dimulai jam 14.30, cuaca mendung dang berkabut. Saya cuma memeluk dan mendoakan anak saya, kemudian saya tinggal balik ke kota Semarang, karena malam itu saya mau menyaksikan sepakbola liga Inggris.

Saya tidak kuatir sama sekali anak saya akan menghadapi hujan dan kedinginan, berjalan di kegelapan, kelaparan, kurang tidur, kecapekan, belum lagi bahaya tersesat atau bertemu binatang buas. Malam itu saya tetap bisa ngopi, nonton bola, dan tidur dengan nyenyak. Anak saya sedang kedinginan, saya malah asyik selimutan. Saya yakin besok siang anak saya sudah turun kembali di base camp dalam keadaan sehat dan selamat.

Kenapa saya begitu tenang dan yakin? Karena 2 pemandu yang mendampinginya sudah sangat terlatih dan profesional. Sangat menguasai medan pendakian menuju puncak gunung Merbabu. Anak saya aman bersama mereka.

Saat saya menjemput dia Minggu siang jam 11 di desa Cuntel, saya menjumpainya sedang tertawa-tawa gembira. Katanya; "Papa, semalam asyik lho. Hujan lebat dan banyak petir, Abel berteduh didalam tenda sambil memasak mie dan minum coklat panas ...". Tak ada cerita sedih sama sekali, dia juga nampak bugar meski matanya sayu kurang tidur.

Sobat properti, orang bilang bisnis properti adalah bisnis yang complicated. Sangat-sangat rumit, karena anda harus menghadapi masalah pembebasan lahan, mencari modal, membuat perencanaan, mengurus perijinan, memasarkan, membangun, mengurus hutang piutang, perpajakan, legal, dll. Seorang pemula bisa gemetaran dan tak percaya diri untuk memulai dan menjalankan bisnis ini.

Tapi kenapa anda mesti takut? Cari saja mentor. Seorang profesional yang expert di bidang properti yang akan mendampingi anda mengeksekusi proyek pertama anda. Bersama mentor anda akan merasa lebih tenang karena mentor akan mengarahkan anda melewati jalur yang aman, dan menjauhi jurang yang berbahaya.

Jika mentor sudah membimbing anda menjalani tahapan proyek dari A sampai Z, dari mencari lahan sampai dengan serah terima proyek, maka semua pengalaman mengelola proyek bersama mentor itu sudah cukup memberikan predikat kepada anda sebagai praktisi properti atau profesional properti. Itu adalah 'success story' anda yang pertama.

Untuk proyek kedua, jika anda merasa mampu menangani proyek sendiri, maka anda tak perlu pendampingan dari mentor. Jika anda masih belum yakin, tetaplah memakai mentor meski sifatnya hanya sebagai advisor atau tempat bertanya saat anda menghadapi kesulitan dan masalah.

Kesimpulan: tak perlu merasa kuatir dengan kemampuan anda mengelola bisnis properti. Ilmu dasar bisa anda pelajari dengan mengikuti workshop properti atau training properti. Selanjutnya anda 'learning by doing' bersama pendampingan seorang mentor. Niscaya hanya dengan melewati 1 atau 2 proyek saja, anda akan matang dan menjadi seorang praktisi properti yang profesional.

Selamat mencoba. Jangan kalah dengan anak saya 10 tahun yang mampu mendaki gunung Merbabu berketinggian 3.142 MDPL.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ShareThis