BETULKAH MERINTIS BISNIS PROPERTI SEBAGAI PENGEMBANG BENAR-BENAR GAMPANG??? Silahkan simak jawabannya disini : http://bukupengembangproperti.blogspot.com/2012/03/merintis-bisnis-properti-sebagai.html

Cari Artikel Menarik Disini

Rabu, 11 April 2012

INGAT HANTU INGAT KUNTILANAK

INGAT HANTU INGAT KUNTILANAK
Positioning Di Benak Konsumen

AriWibowoJinProperti.blogspot.com - Ada banyak jenis hantu atau setan yang kita kenal. Ada tuyul yang kecil gundul dan telanjang. Ada hantu pocong yang terbungkus kain kafan dan kepalanya terikat. Ada banaspati yang tubuhnya berbalut api. Ada tengkorak yang berwujud rangkaian tulang belulang. Ada gendruwo yang mukanya menyeramkan dan acak-acakan serta giginya besar.

Tahukah anda hantu apa yang paling terkenal dan langsung hadir di benak manusia jika kita menyebut kata hantu? Jawabnya adalah; KUNTILANAK. Hasil survei terhadap ratusan responden (di Indonesia) menyebutkan bahwa ketika bicara soal hantu, otak kebanyakan orang akan memunculkan sosok perempuan bermuka pucat, berambut panjang tak beraturan, dan berbaju putih. Dan itu adalah sosok Kuntilanak.

Jadi bisa disimpulkan; bicara hantu sosok yang muncul di benak manusia adalah sosok kuntilanak. Tak pernah terjadi saat kita bicara hantu, bayangan yang muncul adalah pria berambut cepak dan bertindik, atau perempuan berambut poni dengan baju pink corak polka dot. Lazimnya bayangan manusia soal hantu sangat stereotip, yaitu; wanita, bermuka pucat, berambut panjang acak-acakan, jubah warna putih.

Ingat hantu ingat kuntilanak. Ingat kuntilanak ingat hantu. Memang jenis hantu bermacam-macam dan bukan hanya kuntilanak, tapi bicara hantu yang terbayang dan muncul di benak manusia (kebanyakan) adalah kuntilanak.

Sobat properti, jika produk properti anda adalah produk yang muncul di benak konsumen saat mereka mau membeli produk properti, maka bersyukurlah anda. Itu artinya tingkat awareness produk anda di benak konsumen sudah berada di stadium akut. Ingat properti ingat produk anda. Ingat produk anda ingat properti.

Bagaimanakah caranya anda bisa menanamkan brand produk properti anda di benak konsumen, kuncinya ada 2, yaitu;

1. BERBEDA
2. ADA DIMANA-MANA


Ad.1. BERBEDA
Artinya produk anda memiliki differensiasi. Ada sesuatu yang unik. Misal; namanya unik yaitu NJUR ASYIK PARK. Artinya perumahan di kota Cianjur yang asyik dan memiliki banyak taman (park). Nama yang easy spelling easy listening karena nyerempet-nyerempet dengan film Jurassic Park yang sangat terkenal itu.
Konsepnya adalah perumahan yang mengekspos banyak 'taman asyik' sebagai benefit unggulan yang ditawarkan kepada konsumen. Lebih dari sekedar taman biasa yang lazimnya ada di sebuah perumahan. Lansekap dijadikan pembeda dengan kompetitor, sehingga terjadi keunggulan kompetitif.

Ad.2. ADA DIMANA MANA
Jika produk anda memiliki benefit yang lebih baik dibanding kompetitor, maka benefit tersebut harus dikomunikasikan dan dipublikasikan kemana-mana. Sebarkan info mengenai benefit tersebut, sehinga info mengenai benefit tersebut ada dimana-mana. Tanpa diekspos dan dikomunikasikan ke konsumen, benefit yang dimiliki produk anda tak akan pernah menjadi keunggulan kompetitif. Deliver your product benefit to consument.

Sobat properti, secara sederhana ingin saya sampaikan bahwa supaya brand produk properti anda tertanam di benak (persepsi) konsumen, yang harus anda lakukan adalah; menciptakan benefit yang menjadi pembeda (differensiasi) atas pesaing anda, lalu komunikasikanlah dan sosialisasikanlah benefit itu ke publik supaya mereka tahu bahwa produk anda memiliki benefit yang tidak dimiliki para pesaing.

Dengan cara itu produk anda akan berada di benak konsumen. Seperti persepsi orang yang menempatkan sosok kuntilanak di urutan pertama saat kita menyebutkan hantu. Maka sungguh beruntungnya anda jika brand produk perumahan anda akan muncul di urutan #1 jika konsumen sedang berpikir mengenai produk perumahan.

Produk yang dikenal dengan baik oleh konsumen memiliki peluang sangat besar untuk dibeli oleh konsumen. Dan produk yang dikenal baik adalah produk yang tertanam di benak konsumen.

Senin, 09 April 2012

PROMOSI PROPERTI DI TRAFFIC LIGHT

PROMOSI PROPERTI DI TRAFFIC LIGHT

AriWibowoJinProperti.blogspot.com - Jika anda membawa mobil dan memasuki kota Semarang khususnya diseputar kawasan Simpang Lima, jangan heran jika disebuah traffic light akan dijumpai seseorang yang secara khusus memohon kaca jendela mobil anda untuk dibuka, dan kemudian menyerahkan 1 leaflet berisi promo produk makanan lumpia, yang merupakan makanan khas kota semarang.

Lumpianya adalah produk brand tertentu, yang alamatnya di jalan Gajahmada Semarang. Leafletnya ukuran 1/3 kwarto, kertasnya agak tipis, full colour, dan mempromosikan makanan lumpia dengan berbagai citarasa.

Sudah setahun lebih promosi membagikan leaflet di traffic light tersebut mereka lakukan, dan masih terus dilakukan. Bagi warga kota Semarang bahkan sudah hafal dengan aktivitas tersebut. Bahkan di dashboard mobil saya secara khusus saya simpan 1 leaflet lumpia, sehingga ketika petugas pembagi leaflet lumpia tersebut datang menghampiri, maka leaflet lumpia tersebut saya acung-acungkan sebagai respon bahwa saya tak perlu diberi lagi.

Luar biasa ya? Saya rela menyimpan 1 leaflet di dashboard mobil sekedar untuk merespon aksi pembagian leaflet lumpia di traffic light. Jadi di otak saya sudah hafal banget bahwa yang membagi-bagikan leaflet di traffic light seputaran Simpang Lima itu adalah toko lumpia. Tempat pembagian berpindah pindah, mulai dari jalan Pandanaran, jalan Ahmad Yani, atau jalan Gajah Mada. Semua diseputar Simpang Lima.

Sobat properti, promosi membagikan leaflet bukanlah aktivitas promosi berbudget mahal. Jika cetak 1 rim leaflet biayanya Rp 350.000, kita sudah mendapatkan 3 x 500 = 1500 lembar leaflet ukuran 1/3 kwarto. Kalau dalam sehari targetnya membagikan 1000 leaflet maka dalam 1 bulan diperlukan 30.000 leaflet dengan biaya cetak Rp 7.000.000. Ditambah honor pembagi leaflet dengan asumsi Rp 1.000.000 sebulan, maka total budget sebulan untuk promosi membagi leaflet ini memakan budget Rp 8.000.000,-

Jangan remehkan promosi yang sepertinya ecek-ecek dan kurang bonafid ini. Buktinya saya bukan sekedar tahu persis apa produk dan brand yang dipromosikan, bahkan sampai-sampai saya mengenali cara promosinya. Jadi otak saya merekam brand, merekam produk lumpia, dan merekam cara promosi membagi-bagikan leaflet di traffic light tersebut.

Cara ini pernah saya coba dan efektif. Kuncinya cuma ada 2, yaitu jangan dilakukan secara sporadis dan temporary, dan jangan diserahkan kepada tenaga part timer.

Maksudnya, jangan cuma melakukan selama 3-4 hari saja dan setelah itu berhenti. Tapi lakukanlah secara kontinyu dan periodik (misal; 1 bulan penuh), mulai jam 07.00 s/d 19.00. Dengan cara itu penyebaran akan merata karena secara teori kemungkinan (probability) kita hanya mencari kesempatan 1 orang melewati sebuah titik tertentu atau ruas jalan tertentu, minimal 1x dalam sebuah bulan berjalan, maka dia akan mendapat informasi mengenai produk kita.

Dan jangan dilakukan secara serabutan dengan membayar seseorang yang tak bisa dipegang tanggung-jawabnya. Misal; anda comot pengamen atau pedagang asongan atau tukang parkir, dan memberikan mereka segepok leaflet untuk dibagikan. Pada saat anda mengulurkan ongkos membagi leaflet, mereka akan menerimanya. Pada saat anda masih berada disitu dan mengawasi kinerja mereka, mereka akan mengerjakan tugasnya. Tapi siapa yang berani menjamin mereka tetap bekerja sesuai order pada saat anda sudah pergi? Bisa-bisa sisa segepok leaflet dimasukkan tong sampah, dan itu artinya anda membuang biaya sia-sia.

Saya menyarankan anda memakai tenaga honorer tetapi sudah  memiliki kontrak kerja untuk waktu tertentu dengan perusahaan anda. Minta mereka memakai uniform (seragam) yang mengekspos produk dan brand anda, dan tugaskan mereka di titik traffic light yang strategis. Kalau perlu di leaflet tersebut ada stempel atau tanda khusus, yang akan dikenali jika si penerima leaflet datang ke kantor pemasaran membawa leaflet bertanda khusus tersebut.

Buatlah aturan main bahwa jika ada seorang konsumen yang datang ke kantor pemasaran sambil membawa leaflet yang dibagi-bagikan di traffic light, maka ada extra bonus untuk petugas pembagi leaflet (misal) Rp 2.500 per konsumen yang datang ke kantor pemasaran. Ini adalah cara untuk memotivasi pembagi leaflet agar membagikan tugasnya dengan benar dan efektif.

Oh ya, jika ternyata aktivitas ini terpantau oleh petugas Dispenda dan kemudian anda diminta membayar retribusi iklan dan melakukan perforasi untuk setiap lembar leaflet yang dibagi-bagikan di traffic light, silahkan anda penuhi aturan tersebut. Anda jangan meniru kebiasaan buruk saya yeah? Yaitu hanya melakukan perforasi ke sejumlah kecil leaflet saja, padahal yang dibagikan jumlahnya banyak.

Demikian artikel ini saya tulis, karena saya sendiri menganggap cara promosi ini efektif dan recommended. Cukup dilakukan 1 bulan saja, tak perlu kontinyu sepanjang tahun seperti yang dilakukan toko lumpia di Semarang. Selamat mencoba !!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ShareThis