BETULKAH MERINTIS BISNIS PROPERTI SEBAGAI PENGEMBANG BENAR-BENAR GAMPANG??? Silahkan simak jawabannya disini : http://bukupengembangproperti.blogspot.com/2012/03/merintis-bisnis-properti-sebagai.html

Cari Artikel Menarik Disini

Jumat, 10 Juni 2016

MENCARI DAN MENEMUKAN PROSPEK

MODUSNYA LARI PAGI
HASILNYA PIKNIK KE LUAR NEGERI


Ini kisah tentang seorang sales betina yang sukses menjadi pemasar properti dan mendapat banyak fee sehingga bisa beli ini itu dan juga piknik ke luar negeri. Kuncinya ternyata ada pada pemahamannya tentang PROSPEK. Dia tidak pernah kehabisan prospek. Karena dia punya teknik mengumpulkan prospek yang dijalaninya dari urutan no 1 s/d 5 sebagai berikut ;

1. KELUARGA 
Sales ini mengingat dan mencari info tentang pamannya, bibinya, pakdhenya, iparnya, kakak iparnya, dan semua yang masih dianggap sebagai keluarga dan saudara yang sekiranya sedang butuh produk properti untuk dijadikan prospek. Memprospek mereka enak karena lebih welcome dan minim rejection, meski belum tentu closing.

2. TETANGGA
Sales ini mendatangi tetangga satu RT dengan kedok silaturahmi, bertamu sambil ngrumpi sana sini. Kedoknya lari pagi, tapi kemudian pura-pura berhenti kecapekan didepan rumah tetangga. Saat tetangga melihat, dia menyapa lalu mohon ijin numpang ke toilet, sambil ngobrol ringan. Ujung ujungnya menawarkan properti. Sudah dapat suguhan teh dan camilan, masih punya opportunity menjual properti. 

3. TEMAN
Sales ini modusnya ngajak kopdar. Teman lama dicari di facebook, grup WA, BBM dll. Disapa, diakrabin, dan diajak kangen kangenan lewat kopdar di cafe. Ujung ujungnya ditawari properti. 

4. KOMUNITAS
Sales betina ini paling demen ikut komunitas kesana kemari. Ikut kelas kartu kredit, ikut kelas importir barang cina, ikut kelas marketing on line, ikut kelas sana sini, tujuannya guna mendapatkan komunitas. Dia juga ikut paguyuban pemilik mobil warna putih, ikut komunitas pancing, ikut komunitas suporter AC Milan, dll. Pokoknya banyak komunitas yang kesemuanya akan diprospek untuk membeli produk propertinya. Untung saja sales ini tidak ikut komunitas genk motor.

5. ORGANISASI 
Sales ini ikut berbagai organisasi. Ada ikatan wanita pengusaha, ada organisasi perias pengantin, organisasi pendukung leukimia dll. Bahkan ikut organisasi yang jarang dikenal publik, tapi ada anggotanya. Buat apa? Lagi lagi untuk menambahkan teman, nambah silaturahmi, untuk dijadikan prospek memasarkan produk properti.

Ini kisah nyata, meski pelakunya saya samarkan dan saya pasang foto asal-asalan, karena dia keberatan diekspos. Katanya takut ngetop dan takut modusnya terbongkar, hahaa ..

Dia bisa. Anda juga pasti bisa !!!

Kamis, 09 Juni 2016

NOMOR URUT PEMESANAN

ADA YANG MENYODORKAN UANG?
JANGAN DITOLAK


Paling sebel adalah saat kita sedang mengembangkan sebuah proyek perumahan di daerah yang urusan perijinannya ribet dan memakan waktu cukup panjang. Proyek sudah berjalan 3-4 bulan, perijinan belum tuntas. Padahal overhead cost untuk bayar gaji dan operasional kantor sudah jalan terus.

Kalau ketemu kondisi seperti ini, lebih baik curi start saja. Asalkan permohonan perijinan sudah diajukan dan beberapa tahapan awal proses perijinan sudah dilalui (setidaknya sosialisasi warga dan sidang ekspose), lakukan saja soft launching tetapi dikemas dengan skenario yang tidak melanggar aturan ataupun merugikan hak-hak konsumen. 

Lakukanlah aktivitas promosi sebagaimana layaknya pemasaran sebuah produk yang berada di phase perkenalan (introduction) dengan tujuan menciptakan awareness, dibarengi dengan aktivitas progres fisik di lapangan. Kalau menulis promosi sebaiknya ditulis SEGERA DIPASARKAN, bukan "sedang dipasarkan". Areanya juga cukup disekitar lokasi saja, jangan terlalu meluas karena ini cuma soft launching.

Jika ada konsumen yang minta informasi, datang ke lokasi, terima saja dan biarkanlah sales melakukan tugas-tugasnya secara standar dengan jurus selling skill nya. Jika konsumen berminat? Nah, ini perlakuan administrasinya ; Tak boleh kita sodorkan Surat Pesanan apalagi Kesepakatan Jual Beli. Berikan saja NUP (Nomor Urut Pemesanan).

Dokumen ini sifatnya belum mengikat. Tidak mewajibkan pembayaran, tidak mengikat unit. Tapi konsumen boleh menuliskan unit pilihannya. Sepanjang ijin yang terbit nanti tidak berubah, maka unit itu tetap menjadi hak nya sebagai pemegang NUP.

NUP sengaja didesain dengan banyak data kontak calon konsumen. Ada alamat rumah, no hp, no WA, PIN BB, dan alamat email. Tujuaannya supaya kita mudah menghubungi mereka pada saat transaksi resmi sudah bisa dilaksanakan. Jangan sampai kita kehilangan jejak mereka pada saat diperlukan nanti.

Apakah kita sudah berhak meminta pembayaran? Belum !!! Sekali lagi belum berhak meminta pembayaran, karena sifatnya baru menyatakan minat untuk membeli dan mendaftarkan diri sebagai pemesan. 

Kalau konsumennya inisiatif mau nitip booking fee? Jangan ditolak! Jangan kecewakan konsumen. Jika mereka atas inisiatif sendiri mau menitip booking fee, terima saja. Toh ada klausul nya bahwa booking fee sewaktu waktu bisa ditarik penuh apabila konsumen membatalkan niatnya. 



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ShareThis