BETULKAH MERINTIS BISNIS PROPERTI SEBAGAI PENGEMBANG BENAR-BENAR GAMPANG??? Silahkan simak jawabannya disini : http://bukupengembangproperti.blogspot.com/2012/03/merintis-bisnis-properti-sebagai.html

Cari Artikel Menarik Disini

Selasa, 07 Februari 2012

TABLET PUYER SAKIT KEPALA

TABLET PUYER SAKIT KEPALA

ARIWIBOWOJINPROPERTI.BLOGSPOT.COM - Waktu jaman saya masih kuliah dulu, pernah suatu ketika di rumah kedatangan saudara jauh yang profesinya pelaut, dia datang membawakan oleh-oleh 3 botol red wine dari Australia. Katanya anggur tua yang sudah diperam lebih dari 10 tahun dan harganya mahal sekali. Kemasan botolnya menarik.

Saya gak punya bakat minum wine. Karena yang namanya bir saja saya gak doyan. Saya juga bukan perokok. Kalau minum kopi saya demen. Makan pastry saya tak suka. Tapi kalau makan tempe mendoan atau ubi goreng saya hobby banget. Ceritanya saya ini keturunan orang kampung, anak PNS yang dibesarkan dengan jajanan pasar, bukan pizza atau tiramisu seperti anak jaman sekarang.

Lha dapat anggur tua 3 botol ya jelas bingung. Saya tahu itu mahal, tapi soal enak tunggu dulu. Belum tentu mulut saya mau mengatakan anggur itu enak. Lha saya coba beberapa teguk saja rasanya pahit dan panas di perut. Pokoknya menurut lidah saya lebih enak jahe susu atau kopi tubruk deh. 

Akhirnya semua anggur itu saya berikan ke tetangga yang memang doyan minuman anggur semacam itu dan sejenisnya. Saya tidak bisa menikmatinya sama sekali. Meski itu adalah red wine mahal dan tua umurnya.

* * *

Sobat properti, suatu ketika saya datang ke proyek teman saya yang memasarkan rumah murah (RSH) di sebuah kota kabupaten kecil. Di ruang marketing saya lihat ada banyak spanduk siap pasang dengan bunyi seperti ini; "Pembelian Bulan Pebruari Gratis PC Tablet".

Saya terkejut. Ini keren amat rumah RSH harga 80 jutaan kok hadiah langsungnya berupa PC Tablet. Yang pertama saya penasaran dengan budget anggaran gimmick hadiah langsung tersebut. Setahu saya PC tablet harganya 4-6 jutaan. Dijawab ada PC Tablet merk lokal harganya 800 ribuan saja. Oh ya?? Saya baru dengar ada PC Tablet seharga 800 ribuan saja.

Okelah, dari sisi budget masuk. Tapi persoalannya adalah; Apa penduduk kota kabupaten kecil seperti itu tahu yang namanya PC Tablet? Apa gak bikin mereka bingung? Ini menyasar target market kelas menengah kebawah lho. Jangan-jangan mereka pikir PC Tablet itu sejenis tablet puyer sakit kepala atau tablet pil penurun demam. Ini gak match antara jenis hadiah dan kelas sosial konsumen yang diberi hadiah.

Kemudian saya mengusulkan agar hadiahnya diganti saja dengan yang budgetnya tak jauh beda tapi lebih bermanfaat buat mereka, misal; sepeda gunung, TV warna, atau handphone. Jenis hadiah langsung seperti ini bakal mudah dipahami oleh konsumen dan tak terjadi salah persepsi.

Sepertinya ini hal sepele, sekedar menentukan jenis hadiah langsung. Tapi kalau sampai salah memilih, bakal tidak efektif. Seperti kasus saya diberi 3 botol red wine mahal tapi tak bisa saya nikmati apapun. Pastikan pilihan hadiah yang kita berikan bisa dimanfaatkan oleh konsumen. Dan yang paling penting, menarik minat mereka membeli produk perumahan yang kita pasarkan. (25DCAE68)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ShareThis